(Traffic),Bandar Lampung—Proyek pembangunan Embung Kemiling yang dikerjakan oleh CV Raden Galuh dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp7 miliar kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, bangunan yang baru saja diserahterimakan pada 20 Desember lalu bersama Gubernur Lampung itu kini sudah mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan tim media di lokasi, terlihat beberapa bagian area embung mengalami longsor cukup parah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang serius , terlebih bangunan tersebut belum lama selesai dikerjakan namun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius.
“Sudah banyak yang hancur. Gak ada yang benar kontraktor sama dinas ini. Masa anggaran miliaran rupiah hasilnya begini? Usut tuntas ini, laporkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung, minta BPK audit,” ujar salah satu warga dengan nada geram saat ditemui di lokasi.
Warga juga menyoroti kondisi tanah di sekitar bangunan yang dinilai terus mengalami penarikan akibat longsor yang semakin melebar. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan khawatir jika rusak parah ini tidak bisa bermanfaat buat masyarakat yg sudah menghabis kan anggaran Miliaran rupiah ini .
Tim media yang turun langsung ke lapangan juga menemukan adanya beberapa titik longsoran yang diduga terjadi akibat lemahnya kualitas pengerjaan ataupun minimnya pengawasan teknis di lapangan. Publik pun mulai mempertanyakan bagaimana proses pembangunan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut bisa menghasilkan kondisi yang dinilai jauh dari harapan masyarakat.
Pertanyaan besar kini mengarah kepada pihak kontraktor pelaksana maupun dinas terkait. Bagaimana proses pengawasan dilakukan? Apakah pekerjaan telah sesuai spesifikasi teknis? Dan bagaimana tanggung jawab pihak pelaksana terhadap kondisi bangunan yang mulai rusak meski baru seumur jagung?
Tak hanya itu, masyarakat juga menanti sikap tegas dari Gubernur Lampung terkait proyek yang sebelumnya telah diresmikan dan diserahterimakan tersebut. Sebab publik menilai, proyek infrastruktur yang menggunakan uang rakyat seharusnya memberikan kualitas terbaik, bukan justru menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
“Bagaimana ini pak gubernur? Embung yang baru diserahterimakan kok sudah terlihat banyak yang hancur?” ungkap salah satu warga lainnya.
Di tengah polemik tersebut, beredar pula isu di tengah masyarakat terkait dugaan keterlibatan oknum ASN dalam proyek tersebut. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pemilik paket proyek Embung Kemiling diduga berkaitan dengan seorang ASN di lingkungan Bapenda Provinsi Lampung, sementara pelaksanaan di lapangan disebut dikerjakan oleh pihak keluarga.
Isu ini pun menimbulkan tanda tanya publik mengenai transparansi dan integritas dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Apalagi, ASN memiliki aturan dan batasan tertentu terkait keterlibatan dalam kegiatan usaha maupun proyek pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan embung tersebut.
Masyarakat pun mendesak agar aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Tinggi Lampung serta BPK, turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut demi memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.
(Tunggu kelanjutan investigasi berikutnya)











